Lompat ke konten
Doa adalah upacara untuk meminta berkat kepada Tuhan. Bukan hanya berkat Tuhan, melainkan juga pertolongan-Nya ketika kita menghadapi kesusahan. Alkitab itu mengatakan;
Mat 7:7-8 『Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.』

Dengan firman ini, Tuhan telah berjanji kepada kita bahwa segala sesuatu akan terwujud bila kita berdoa. Kuasa doa tidak ada batasnya, itu adalah kuasa menciptakan sesuatu dari ketidakadaan. Yesus telah mengajar murid-murid-Nya dengan memberi teladan tentang doa.

Suatu hari Yesus menuntun Petrus, Yohanes dan Yakobus ke gunung yang tinggi (Gunung Perubahan) lalu menunjukkan kemuliaan besar di hadapan mereka. Saat Dia turun dari gunung bersama dengan mereka dan kembali kepada murid-murid yang lain, mereka bertengkar dengan alih-alih Taurat di keramaian. Segera setelah mereka melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia. Lalu Yesus bertanya kepada mereka “Apa yang sedang kamu persoalkan dengan mereka?” Kata seorang dari orang banyak itu, “Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia. Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya berkertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.” Maka kata Yesus kepada mereka, “Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu kemari.” Lalu mereka membawa anak itu kepada Yesus. Ketika roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa. Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu, “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jadi ayahnya menjawab, “Sejak masa kecilnya. Dan sering kali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” Jawab Yesus, “Katamu: Jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Segera ayah anak itu berteriak, “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”

Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya, “Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!” Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata, “Ia sudah mati.” Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri.

Ketika Yesus sudah di rumah, murid-murid-Nya bertanya, “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?” Yesus menegur murid-murid-Nya yang tidak dapat mengusir roh jahat karena kurang berdoa, dan jawab-Nya, “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa” (Mrk 9:14-29).

 

1. Apakah Doa?

1) Doa adalah nafas roh

Manusia dapat hidup dengan bernafas. Sama juga halnya, roh para orang kudus yang percaya kepada Tuhan dapat hidup jika berdoa, karena doa adalah nafas roh.

2) Doa adalah percakapan antara Tuhan dan kita

Tuhan adalah Bapa bagi roh kita. Dan kita adalah anak-anak Tuhan. Kita berbicara kepada Tuhan melalui doa, kadang-kadang memberitahukan hal-hal yang menggembirakan secara teliti dan kadang-kadang hal yang menyedihkan.

3) Doa adalah seperti menelepon Tuhan

Siang dan malam, kapan saja kita berdoa, doa kita disampaikan kepada Tuhan, dan Tuhan selalu mendengarkan dan menjawab pada doa kita.

 

2. Mengapa Kita Harus Berdoa?

1) Untuk mengucap syukur kepada Tuhan

Dalam hidup kita sehari-hari, kita sering merasakan kasih dan karunia Tuhan. Oleh karena itu kita harus berdoa untuk mengucap syukur kepada Tuhan yang memberi kita karunia. Ada doa ucapan syukur sebelum makan, “Terima kasih Tuhan telah memberikan makanan sehari-hari kepada kami” dan doa ucapan syukur karena Tuhan telah menolong kita untuk mengatasi berbagai masalah, dan doa ucapan syukur atas harapan yang Tuhan berikan saat masalah datang. Dengan demikian kita harus bersyukur kepada Tuhan saat merasakan kasih Tuhan dalam berbagai situasi. Jika kita sudah terbiasa mengucap syukur kepada Tuhan atas kasih karunia-Nya, kita akan diberikan perkara yang merasa bersyukur lebih lagi oleh-Nya.

2) Untuk menerima pertolongan Tuhan

Sering kali kita perlu pertolongan orang lain untuk hidup di dunia ini karena kemampuan manusia terbatas. Demikian juga kita tidak dapat hidup tanpa pertolongan Tuhan. Oleh karena itu kita harus tetap berdoa kepada Tuhan yang mengetahui kelemahan-kelemahan kita, dan Dia akan menolong kita (Yes 41:10).

3) Untuk menaati firman-Nya (Menerima kebutuhan)

Yesus telah berjanji kepada kita bahwa Ia pasti akan menjawab doa kita sebagai berikut.
Mat 7:7-8 『Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat, ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.』
Dalam kehidupan iman, sering kali terjadi hal yang membuat kita harus meminta, mencari dan mengetok. Saat kita meminta, mencari dan mengetok seperti yang telah dikatakan Yesus, Dia akan mewujudkan harapan kita.

4) Untuk mengatasi pencobaan

Yesus juga telah mengatasi pencobaan dari iblis karena Dia mendapat pencobaan setelah berdoa puasa selama empat puluh hari empat puluh malam (Mat 4:1-11). Dia berkata, “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu” (Luk 21:34-36). Daniel telah berdoa tiga kali sehari menghadap Yerusalem saat dia ditawan Babel. Dan dia dapat selamat dari gua singa karena dia telah berdoa kepada Tuhan setiap hari (Dan 6:19-25). Dan Ayub telah mengalahkan pencobaan dari Iblis pada akhirnya karena dia juga telah berdoa (Ayb 42:10). Dan Nabi Yunus juga telah memutuskan melakukan tugas Tuhan dan berdoa tobat, maka orang Niniwe bertobat dan diselamatkan (Yun 2:1-3:10). Selain itu, banyak bapa leluhur kepercayaan telah berhasil mengatasi berbagai pencobaan karena berdoa, maka kita pun harus hidup mengatasi semua pencobaan melalui doa.

 

3. Bagaimana Sebaiknya Kita Berdoa?

1) Harus mencari kerajaan Tuhan dan kebenaran-Nya dulu

Mat 6:33 『Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semua itu akan ditambahkan kepadamu.』
Jika kita meminta keinginan jasmani sendiri atau doa kita berlawanan dengan kehendak Tuhan, tidak akan dijawab Tuhan, karena doa itu sama saja dengan seorang anak yang meminta pisau atau senapan.

2) Harus berdoa dengan percaya bahwa Tuhan pasti memberinya

Yak 1:6-8 『Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.』
Doa yang dipanjatkan tanpa iman tidak hidup. Karena doa adalah percakapan rohani dengan Tuhan, maka kita harus berdoa dengan keyakinan Tuhan pasti ada. Ada banyak perbedaan antara doa dengan iman kepada Tuhan dan dengan keraguan. Sama seperti jika kita menekan bell yang rusak, tidak dapat dijawab tetapi kita menekan bell yang tidak rusak dapat dijawab. Sama halnya, jika kita berdoa ragu-ragu kepada Tuhan, maka doa tidak akan dijawab.

3) Harus berdoa dengan sepenuh hati

Karena doa itu sangat penting dan pusat doa kita ialah Tuhan yang kudus, maka kita harus berdoa dengan sepenuh hati dan segenap jiwa.
 

4. Apa yang Harus Menjadi Pokok Doa Kita?

1) Carilah dahulu kerajaan sorga dan kebenaran-Nya (Mat 6:25-34).

2) Mintalah banyak hikmat (Yak 1:5).

3) Berdoalah supaya jangan jatuh dalam pencobaan (Luk 22:40).

4) Mintalah supaya Roh Kudus turun (Luk 11:13).

5) Berdoalah supaya Tuhan membuka pintu penginjilan (Kol 4:2-6).

6) Berdoalah agar tetap teguh dalam kehendak Tuhan (Kol 4:12).

7) Biarkanlah bisa menyadari firman kebenaran secara sempurna (Mzm 119:18).

8) “Juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil” (Ef 6:18-19). Melalui firman di atas, kita dapat mengetahui, bahwa doa dengan hati dapat melakukan tugas sebagai pekerja perjanjian baru adalah doa yang paling diberkati.

 

5. Bagaimana Doa Dijawab?

1) Masalah darurat akan dijawab dengan cepat.

2) Beberapa doa dijawab setelah sekian lama. Namun kita harus terus berdoa sampai dijawab, jangan melemah (Luk 18:1-8; Luk 11:5-8; 1 Raj 18:41-46). Tanpa kesabaran kita tidak bisa menerima apa yang kita minta.

3) Ada doa yang tidak dijawab.

• Doa yang salah karena itu untuk kesenangan diri sendiri (Yak 4:2-3).
• Doa yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan (1 Yoh 5:14-15).
• Doa orang yang tidak taat (Yak 1:6-8).

4) Sebagian doa dijawab dengan cara yang berbeda. Rasul Paulus telah berdoa kepada Tuhan untuk kesembuhan penyakitnya bahkan sampai tiga kali, tetapi Tuhan tetap menaruh duri dalam dagingnya untuk menjaganya tetap rendah hati dan berkata, “Kasih karunia-Ku cukuplah bagimu” (2 Kor 12:7-10).

 

6. Bagaimana Seharusnya Kehidupan Doa Kita?

1) Hidup kita harus dilanjutkan dengan doa yang berkesi-nambungan.
Apa pun yang kita lakukan, kita harus mulai dengan doa, lakukan dengan doa dan selesaikan dengan doa, sehingga kita dapat melakukan firman, “Tetaplah berdoa senantiasa” (1 Tes 5:17).

2) Ada doa yang perlu dalam kehidupan sehari-hari

• Harus berdoa ketika kita bangun di pagi hari.
• Harus berdoa setiap kali makan.
• Harus berdoa teratur menurut jam hukum doa (Musim panas ― jam 09.00 pagi, 03.00 sore / Musim dingin ― jam 10.00 pagi, 02.30 sore).
• Harus berdoa setelah selesai pekerjaan sehari, sebelum tidur, bersyukur buat hari yang telah berlalu.
• Harus berdoa dengan segera saat kita membutuhkan pertolongan Tuhan untuk mengatasi pencobaan, aniaya dan sengsara.
• Harus berdoa saat kita menerima kasih karunia Tuhan.
• Harus berdoa saat perlu bertobat atas perbuatan yang salah.
• Di samping itu, harus berdoa saat ada hal yang khusus.

3) Kita harus menyediakan waktu khusus untuk berdoa

• Apabila imannya tidak bertumbuh atau mundur, baiklah berdoa puasa. Tuhan menghendaki berdoa puasa (Yes 58:6).
• Puasa yang tetap dilakukan pada hari raya Roti Tidak Beragi (tanggal ke-15 bulan pertama dalam kalender suci) sekali setahun. Berpuasa pada hari itu berarti mengambil bagian dalam penderitaan Yesus di atas salib (Mrk 2:20).
• Selain itu, baiklah tetapkan waktu dan berdoa pagi-pagi atau berdoa di luar untuk iman pribadi dan hal yang khusus (Mrk 1:35).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *